Rabu, 03 April 2013

Dreams Came True Part II

Ganjil sih emang, tapi ga masalah buat seorang penikmat alam seperti saya, bahkan ini bisa dijadikan bahan untuk project tulisan saya. keep smille deh :)
Dan menjadi seorang diri adiantara dua pasang kekasih itu tidak selalu buruk, karena saya selalu mendapat posisi paling tengah saat berpose :D. Enjoy this site.!

































Dreams Came True :)

Hay, Blogers dan para penikmatnya! memang cuaca sore ini sedikit mendung di Kota saya tinggal tapi tetap tidak membuyarkan semangat saya untuk mem-posting sesuatu hal yang baru saja saya alami. Memang kelihatanya sedikit berlebihan tapi menurut saya memang harus berlebihan untuk menikmatii ciptaan Tuhan yang satu ini.

Udah bisa nebak gambar diatas? Yaph bagi kalian yang suka highking mungkin udah ga asing lagi sama pemandangan yang satu ini, gambar pertama itu gunung Batok (sebelah kanan) dan Gunung Bromo (yg kecil disebelah kiri) dan Gambar dibawahnya itu Gunung Semeru (yg terlihat jauh).
Dan yang wajib saya syukuri adalah saya melihat langsung samudra di atas langit, dan itu mimpi saya di tahun kemarin dan cerita itu memang benar ada dan nyata dan gambar diatas asli jepretan tangan saya sendiri loh.
Oke Readers, ini sajian yang Tuhan berikan untuk saya dan saya sarankan untuk anda ...Enjoy this site






 Ngucap Syukur itu ga bakal buat tenggorokan kita kering guys, Tuhan udah ngijinin saya untuk nikmatin goresan tangannya yang luar biasa indah dan ini akan membuktikan bagaimana kita begitu kecil dimata Tuhan. next pict.































yang ini udah luar biasa, tapi masih banyak yang lebih seru lagi guys! To be Continue :)


Minggu, 24 Maret 2013

Memory



Oke udah hampir 2 bulan gue buat tulisan ini, tapi baru sempet gue post hari ini gak papah deh yah gak basi ini ko udah gue angetin malah :D
for Reading
Keputusan tepat yang harus dipilih adalah menghindar dan menjauh dari situasi yang tidak ingin ada kembali, bukan masalah yang harus dihidari tetapi hanya sekedar keadaan yang tidak ingin aku jumpai lagi.
Untuknya mungkin sulit begitu pun aku, kebiasaan yang sering terdengar jadi akan terasa sunyi mungkin hanya butuh waktu beberapa menit untuk menghilangkan situasi sunyi itu.
Bukan harapanku yang menginginkan kau mendapatkan seseorang yang lebih baik,tapi aku ingin kau memaknai arti sebuah pasangan hidup, yang merasa senang jika senang dan sedih jika sedih!
Apa kau mengerti maksudnya??
Sudah lama ku dendangkan nyanyian tentang tema yang sama tapi tanggapannya pun sama, Aku percaya kau pria terbaik diantara semua pria yang aku kenal. Kau mampu menjaga ku lebih dari seorang ibu yang menemani anak’nya, menemani ku lebih dari seorang Ratu yang dijaga ketat oleh pengawalnya, kau mampu menyembunyikan kekesalanmu lebih dari seorang ayah yang marah pada putrinya, tapi aku tidak mengerti mengapa kau tak mampu membagi kesedihanmu kepada aku yang mencintai kebahagian dan kesedihanmu.
Dan cinta itu terputus oleh ketegaranmu yang tak ingin membuatku ikut larut dalam kesedihanmu.. 

Minggu, 17 Maret 2013

Ketika Seorang Wanita berkesempatan menjadi Ma'mum untuk Imamnya



Ada seorang Pria dan Wanita, mereka berteman cukup dekat dan cukup lama. Tapi bukan sebagai sepasang kekasih melainkan hanya seorang sahabat. Sang Pria sangat mengaggumi sahabat wanitanya itu karna keceriaannya dengan sifatnya yang apa adanya dia tidak perduli setomboi apa sahabatnya itu, dimata sang pria sang wanita adalah sahabat yang terbaik.
Kerap kali sang wanita menggoda sang pria untuk menghiburnya dengan caranya yang urakan dan jauh dari kata lembut, yaa itulah mereka saking lamanya mereka berteman,bahkan jika mereka bertengkar mereka terlihat seperti kucing dan anjing yang  merebutkan tempat kekuasaan.
Suatu hari ketika mereka tumbuh dewasa, dan siap untuk menjalani kehidupan yang baru sang wanita pesan kepada sang pria
“kalo lo punya istri jangan lupain gue yah, kita tetep aja gitu becandaan kaya dulu. Istri lo juga pasti ngerti ko kan kita sahabatan”
Sang pria pun menjawab “ ya  ga bisa seperti itu lah, kalo gw punya istri dan lo punya suami kita ga bakal bisa kaya dulu yang urakan.suami lo pasti marah! Kecuali kalo gue yang jadi suami lo?”
Dan akhirnya sang pria pun memutuskan untuk menikahi sahabat wanitanya itu, Keluarga mereka sempat tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi sepasang suami istri. Tapi dengan restu yang telah diberikan keluarga berlangsunglah Ijab sang pria kepada sahabat wanitanya.

Sehari setelah melangsungkan pernikahan, sang wanita memutuskan utuk mengenakan jilbab dalam kesehariannya tentu keputusan sang wanita membuat sang pria terheran-heran tetapi disisi lain dirinya tersenyum atas pilihan sang wanita.
Suatu ketika sang pria memulai aksi konyolnya yang sering mereka lakukan sebelum menikah (seperti bercanda,tertawa terbahak-bahak..etc) tapi apa yang sang wanita lakukan iah dengan lembut membalas candaan suaminya itu, sang pria pun heran mengapa sang wanita begitu lembut dan anggun sangat bertolak belakang sekali dengan dahulu waktu mereka berteman, sang suami pun bertanya pada istrinya “Kenapa kamu berubah seperti itu, aku akan selalu cinta kamu ko bagaimanapun itu”, sang istri tersenyum sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang suami “sekarang aku adalah seorang istri dan insyaallah akan menjadi seorang ibu, dan ini lah jaman ku sekarang yang dulu itu lah kenanganku. Ini bukan suatu perubahan tapi ini panggilan hati, aku tidak ingin suamiku menanggung malu  diakhirat nanti jika sikapku masih seperti dulu karena aku mencintai suamiku”
Sang suami memandang lembut sang istri, dan mencium keningnya seraya berkata “Terimakasih telah menjadi teman hidup terbaikku selama ini, aku berjanji akan menjadi Imam yg akan selalu menuntunmu menuju Surga,Insyaallah”.

Semoga Bermanfaat :)

Selasa, 05 Maret 2013

Kepala Dua (20th)

Aku benar-benar tidak mengira dunia akan dengan cepat nya berputar dan waktu dengan cepat pula berganti, aku kira baru kemarin aku dilahirkan ke dunia ini ya walaupun aku tidak dengan jelas mengetahui proses kelahiranku, setidaknya aku masih sempat mendengar cerita tentang masa kecilku.
Aku begitu menikmati masa kecilku dan aku berfikir tidak ingin tumbuh dewasa, karna menjadi dewasa aku harus siap menjadi orang yang munafik, itu masalah ku waktu kecil.
Tapi aku fikir kini menjadi dewasa bukan lagi pilihan akan tetapi sebuah kewajiban yang harusa aku jalani.
dan kini Genap usia ku memasuki kepala dua lebih tepatnya aku berusia 20th.
Terimakasih tuhan telah memberikan aku hidup selama ini,
Terimakasih telah memberikan aku kedua orang tua yang utuh hingga saat ini ,
Terimakasih telah memberikanku kesempatan untuk menikmati indahnya dunia ini dengan segala fisik yang kau berikan sempurna.
Dan sampai kapanpun aku akan selalu berterimakasih karena kelebihan dan kekurangan yang telah kau berikan semakin mengajarkan aku bagaimana cara menikmati dan mensyukuri hidup ini.
Sampai kapanpun aku tidak pernah tau kapan hidupku akan berakhir, mungkin jika saat itu tiba aku hanya bisa meratap karena aku sudah tidak lagi bersama mereka yang aku sayang.
Tapi Tuhan, sebelum saat itu tiba ijinkan aku menyelesaikan semua tugas-tugas yang engkau berikan padaku disini, tugas ku sebagai seorang muslim, seorang anak, seorang calon istri dan calon ibu kelak.
Ak berharap diusiaku yang tidak muda ini, engkau memberikanku kelancaran dalam pencapaian nanti yang benar-benar sudah klimaks.
Doaku diusia ku yang ke-20
Dan aku harap Tuhan selalu ada untuk mengabulkan semua pintaku :)
Amiin ;;)

Jumat, 01 Maret 2013

Imagine



“gue harap gue lupa,gue harap gue lupa” kataku berulang-ulang sambil menggenggam kalender kecil dikamarku melihat tanggal 4 dibulan ketiga itu, ya aku berusaha untuk tidak mengingat hari lahirku sendiri karna aku yakin tidak akan ada yang special lagi pada hari itu setelah aku putus dengan-nya dan aku tidak akan berharap ada seseorang yang memberiku kejutan atau sekedar bingkisan yang ditujukan padaku karna aku tau itu hanya membuat ku menjadi wanita pengharap harapan palsu, dan menurutku hari itu hari pengurangan dari umurku lantas apa aku harus merayakannya? Sedangkan aku tau hidupku di dunia ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya umurku.

Aku ingat awal tahun kemarin ketika Abang ku pulang dari Kalimantan (tempatnya bekerja) aku meminta kepadanya untuk memesankan tempat dan mengundang beberapa teman akrabku untuk datang dan merayakan bertambahnya usiaku 1 tahun menjadi genap 20th. Begitu lantangnya aku memohon kepada Abangku “gak usah ngasih kado apa-apa deh, aku minta dirayain aja  kecil-kecilan yaah pliis masuk kepala dua nih aku. ” kataku memohon, “yaa liat aja nanti kalo ada rejeki” jawabnya singkat.

 Sesaat setelah dekat dengan hari nya, Abankku bertanya kembali padaku " Gimana mau dimana tempatnya ,berapa orang kira-kira", aku terdiam sejenak dan menjawabnya " gak jadi kasihin ke mamah aja uanganya aku kan udah gede gak mesti ngerayaiin ulangtahun kaya anak kecil aja.!!" jawaban itu sangat bertolak belakang dengan permintaanku padanya 2 bulan lalu, tapi memang itu yang seharusnya aku jawab karna aku benar-benar ingin melewatkan hari itu :(

#cuplikan kisah dari project tulisan gue yang kesekian :)