Minggu, 17 Maret 2013

Ketika Seorang Wanita berkesempatan menjadi Ma'mum untuk Imamnya



Ada seorang Pria dan Wanita, mereka berteman cukup dekat dan cukup lama. Tapi bukan sebagai sepasang kekasih melainkan hanya seorang sahabat. Sang Pria sangat mengaggumi sahabat wanitanya itu karna keceriaannya dengan sifatnya yang apa adanya dia tidak perduli setomboi apa sahabatnya itu, dimata sang pria sang wanita adalah sahabat yang terbaik.
Kerap kali sang wanita menggoda sang pria untuk menghiburnya dengan caranya yang urakan dan jauh dari kata lembut, yaa itulah mereka saking lamanya mereka berteman,bahkan jika mereka bertengkar mereka terlihat seperti kucing dan anjing yang  merebutkan tempat kekuasaan.
Suatu hari ketika mereka tumbuh dewasa, dan siap untuk menjalani kehidupan yang baru sang wanita pesan kepada sang pria
“kalo lo punya istri jangan lupain gue yah, kita tetep aja gitu becandaan kaya dulu. Istri lo juga pasti ngerti ko kan kita sahabatan”
Sang pria pun menjawab “ ya  ga bisa seperti itu lah, kalo gw punya istri dan lo punya suami kita ga bakal bisa kaya dulu yang urakan.suami lo pasti marah! Kecuali kalo gue yang jadi suami lo?”
Dan akhirnya sang pria pun memutuskan untuk menikahi sahabat wanitanya itu, Keluarga mereka sempat tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi sepasang suami istri. Tapi dengan restu yang telah diberikan keluarga berlangsunglah Ijab sang pria kepada sahabat wanitanya.

Sehari setelah melangsungkan pernikahan, sang wanita memutuskan utuk mengenakan jilbab dalam kesehariannya tentu keputusan sang wanita membuat sang pria terheran-heran tetapi disisi lain dirinya tersenyum atas pilihan sang wanita.
Suatu ketika sang pria memulai aksi konyolnya yang sering mereka lakukan sebelum menikah (seperti bercanda,tertawa terbahak-bahak..etc) tapi apa yang sang wanita lakukan iah dengan lembut membalas candaan suaminya itu, sang pria pun heran mengapa sang wanita begitu lembut dan anggun sangat bertolak belakang sekali dengan dahulu waktu mereka berteman, sang suami pun bertanya pada istrinya “Kenapa kamu berubah seperti itu, aku akan selalu cinta kamu ko bagaimanapun itu”, sang istri tersenyum sambil menyandarkan kepalanya dibahu sang suami “sekarang aku adalah seorang istri dan insyaallah akan menjadi seorang ibu, dan ini lah jaman ku sekarang yang dulu itu lah kenanganku. Ini bukan suatu perubahan tapi ini panggilan hati, aku tidak ingin suamiku menanggung malu  diakhirat nanti jika sikapku masih seperti dulu karena aku mencintai suamiku”
Sang suami memandang lembut sang istri, dan mencium keningnya seraya berkata “Terimakasih telah menjadi teman hidup terbaikku selama ini, aku berjanji akan menjadi Imam yg akan selalu menuntunmu menuju Surga,Insyaallah”.

Semoga Bermanfaat :)

Tidak ada komentar: