Ada seorang Pria dan Wanita, mereka berteman cukup dekat dan
cukup lama. Tapi bukan sebagai sepasang kekasih melainkan hanya seorang
sahabat. Sang Pria sangat mengaggumi sahabat wanitanya itu karna keceriaannya
dengan sifatnya yang apa adanya dia tidak perduli setomboi apa sahabatnya itu,
dimata sang pria sang wanita adalah sahabat yang terbaik.
Kerap kali sang wanita menggoda sang pria untuk menghiburnya
dengan caranya yang urakan dan jauh dari kata lembut, yaa itulah mereka saking
lamanya mereka berteman,bahkan jika mereka bertengkar mereka terlihat seperti
kucing dan anjing yang merebutkan tempat
kekuasaan.
Suatu hari
ketika mereka tumbuh dewasa, dan siap untuk menjalani kehidupan yang baru sang
wanita pesan kepada sang pria
“kalo lo punya istri jangan lupain gue yah, kita tetep aja gitu
becandaan kaya dulu. Istri lo juga pasti ngerti ko kan kita sahabatan”
Sang pria pun menjawab “ ya ga
bisa seperti itu lah, kalo gw punya istri dan lo punya suami kita ga bakal bisa
kaya dulu yang urakan.suami lo pasti marah! Kecuali kalo gue yang jadi suami
lo?”
Dan akhirnya sang pria pun memutuskan untuk menikahi sahabat wanitanya
itu, Keluarga mereka sempat tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi sepasang
suami istri. Tapi dengan restu yang telah diberikan keluarga berlangsunglah
Ijab sang pria kepada sahabat wanitanya.
Sehari setelah melangsungkan pernikahan, sang wanita memutuskan utuk
mengenakan jilbab dalam kesehariannya tentu keputusan sang wanita membuat sang
pria terheran-heran tetapi disisi lain dirinya tersenyum atas pilihan sang
wanita.
Suatu ketika sang pria memulai aksi konyolnya yang sering mereka
lakukan sebelum menikah (seperti bercanda,tertawa terbahak-bahak..etc) tapi apa
yang sang wanita lakukan iah dengan lembut membalas candaan suaminya itu, sang
pria pun heran mengapa sang wanita begitu lembut dan anggun sangat bertolak
belakang sekali dengan dahulu waktu mereka berteman, sang suami pun bertanya
pada istrinya “Kenapa kamu berubah seperti itu, aku akan selalu cinta kamu ko
bagaimanapun itu”, sang istri tersenyum sambil menyandarkan kepalanya dibahu
sang suami “sekarang aku adalah seorang istri dan insyaallah akan menjadi
seorang ibu, dan ini lah jaman ku sekarang yang dulu itu lah kenanganku. Ini
bukan suatu perubahan tapi ini panggilan hati, aku tidak ingin suamiku
menanggung malu diakhirat nanti jika
sikapku masih seperti dulu karena aku mencintai suamiku”
Sang suami memandang lembut sang istri, dan mencium keningnya seraya
berkata “Terimakasih telah menjadi teman hidup terbaikku selama ini, aku
berjanji akan menjadi Imam yg akan selalu menuntunmu menuju Surga,Insyaallah”.
Semoga Bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar