Senin, 31 Desember 2012

Welcome 2013

Happy New Year.... @/%$^*&@#$%%...
Uppsss, belum yaaah??
Emh rasanya udah pengen buru-buru nanti malem deh, pasti banyak kembang api bertebaran dilangit sana..:D
Yaa walaupun gak ada yang special nyalaiin kembang apinya buat saya (ngarep banget!!)
tapii untuk hari ini dan nanti malem its OK lah, walaupun gak oke-oke banget..haha

Tapii inget guys, malem ini jangan ada yang GALAU apalagi LABIL yah karna kita akan melewatkan detik-detik pergantian tahun sob. kalo urusan acara deh terserah kalian yah mau ngadaiin acara kaya gimana juga, mungkin ada yang buat pesta kecil-kecilan di halaman rumahnya sambil bakar-bakaran, atau ada juga yang jalan-jalan sama pasangan/ keluarganya khusus untuk menyaksikan pesta kembang api, ada lagi yang pas malem pergantian tahun dia solat tahajud untuk meminta yang lebih baik kepada Allah SWT, atau mungkin ada yang menyikapinya biasa aja dan cuma tidur sepanjang malam dirumah. manusiawi sob karakter orang itu berbeda-beda.
Kalo saya sih ikut poling terbanyak ajah kali yah.. :)
Untuk nanti malem yang punya acara special, jangan lupa sama penampilan kalian yah kawan. yaa walaupun gelap-gelapan kan bukan berarti orang disekitar kamu gak memperhatikan gaya kamu. apalagi buat kamu yang masih jomblo siapa tau aja awal tahun 2013 jadi gak sendiri lagi, kan mantap..

Yang pastinya selain seru-seruan dan pesta kembang api, ada juga doa yang akan saya (begitupun kita semua) panjatkan nanti malam semoga tahun depan akan menjadi tahun yang lebih 1000x lipat baik dari tahun ini, untuk pribadi saya, keluarga, rekan-rekan dan bangsa saya tentunya.. Amiin ya Allah.. :)

Pokoknya Semangat untuk acara kalian nanti malem , semoga gak garing yah.. :)
HAPPY NEW YEAR.... ;););)

Jumat, 28 Desember 2012

"Ya / Tidak"

Sekedar intermezo buat saya dan teman-teman saya, ketika kita sedang dibingungkan dengan suatu keputusan antara iya dan tidak mungkin satu cara yang baik adalah menunggu sambil berdoa agar sesuai dengan yang di harapan.
Apa masalah dari jawaban "iya atau tidak", ini bisa berkaitan dengan asmara, keluarga ataupun pekerjaan.
Yang akan saya bahas masalah pekerjaan yah, beberapa teman saya sempat down ketika mengetahui bahwa mereka masih berstatus calon karyawan (belum tentu jadi karyawan yah) yang lebih sulit lagi ada beberapa teman saya yang belum ditempatkan. memang kelihatannnya sederhana tapi buat kami itu luarbiasa (haha) 1 tahun di Tempa tapi tidak jelas penempatannya,percuma dong?
Tapi memang setiap peristiwa itu harus dijadikan sumber ilmu untuk kami (untuk saya khususnya) karena dibalik semua itu lah ilmu kita bertambah dan menjadi orang yang lebih cerdas dalam bersikap.
Kalo ditempat sekarang kita dibilang "Tidak" ya mungkin ditempat lain ada kata "Ya".
Santai guys kalo kata orang Cilegon sih 'woles' gag usah panik dengan keadaan yang seperti ini kita yang sudah 17+ akan lebih berfikir lebih dewasa dan cerdas alhasil kita bisa tuh ngelewatin masalah kecil kaya gitu.
3S (senyum,senyum,senyum) :) :) :)
Enjoy Your Life!

Kamis, 27 Desember 2012

Scene ANAK PANTAI





Cerita ini tadinya mau kita bikin film, tapi karna kesibukan masing-masing personel jadi masih berbentuk scene, tapi gak ngilangin keseruannya ko :)
Read more WAFIV Film Present 
                                                                                   
SCENE  1 EXT : PERAHU TUA PAGI HARI
-         * Anti duduk diperahu Tua yang sudah tidak dipakai
-          *Anti terdiam memandangi deburan ombak yang sedang bekejaran
-          *Anti melihat para nelayan yang baru pulang dari laut dengan membawa hasil tangkapan mereka
-          *Anti beranjak meninggalkan perahu tua milik bapaknya itu

SCENE 2  INT : RUMAH ANTI PAGI HARI
-           *Anti memasuki rumah
-          *Anti menghampiri ibunya yang beradadikamar
Anti        :”Ibuuu..??”
Ibu         :” Anti,kenapa kamu tidur diperahu tua itu terus..Apa kamu tidak takut malam-malam tidur  diluar?,kalau masuk angin gimana? mana dibangunkannya susah sudah seperti kerbau saja..”
Anti        :”Memangnya tadi malam ibu membangunkan anti yah..?,Ooa jadi ibu yang kasih selimut ini..”
Ibu         :”Ia,masa ibu tega membiarkan anak ibu tidur kedinginan diluar” (tersenyum)
Anti        :”Makasih ya bu,ibu emang paling baik deh pokoknya..”(menghampiri ibu dan mencium keningnya)
-          *Anti mengambil foto bapaknya diatas meja         
      *Anti duduk disamping  ibunya sambil memandangi foto itu
Anti        :”Bapak ganteng yah bu waktu masih muda,pantas saja ibu mau dengan bapak..”(menggoda)
Ibu         :”Selain ganteng bapakmu itu pekerja keras dan rela berkorban,beruntunglah kamu mempunyai bapak seperti bapakmu itu..”
Anti        :”Anti memang anak yang beruntung bu,karna Anti memiliki orang tua seperti bapak dan ibu..Kira-kira bapak lagi apa ya bu? Anti jadi kangen sama bapak.”
Ibu         : (tersenyum) “kamu harus slalu mendoakan bapak,agar kapanpun dan dimanapun bapak berada dia slalu dilindungi oleh Tuhan.”
Anti        : (tersenyum)

SCENE 3 EXT : RUMAH RIA SIANG HARI
-          Anti keluar rumah dengan membawa baki yang berisi otak-otak
-          *Suasana pantai sangat ramai
-          *Anti menuju rumah Ira
-          *Lalu Anti dan Ira berjualan otak-otak disepanjang pesisir pantai
Anti        :”Iraaa..” (lantang)
Ira           : (keluar rumah) “Maaf yah ti agak lama..”
Anti        :”gapapah ko,udah yu cepetan di pantai udah rame orang kota tuh..semoga aja otak-otak  kita habis hari ini” (semangat)
Ira           :”Eh ia..ia”

SCENE 4 EXT : PESISIR PANTAI SIANG HARI
-         * Anti dan Ira berjualan disepanjang pesisir pantai dari ujung Timur ke ujung Barat
Anti        :”Ok kaya biasa yah ra,siapa yang otak-otaknya habis duluan dialah yang menang..”
Ira           :”Ok siapa takut.”
Anti        :”Eitzz…dan seperti biasa juga jangan lupa senyum.”
Ira           :”Ia donk pasti,karna senyum bisa menarik para pembeli..”
Anti        :”Nah kalo udah siap,kita mulai yah..”
Ira           :”eiitz..tunggu-tunggu,kamu gak pake sandal? Apa gak panas??”
Anti        :”Yah Ira kaya baru kenal sama aku aja deh,seluruh pesisir pantai ini kan sahabatku jadi pasti mereka bakalan ngelindungin aku.” (tersenyum)
Ira           : (geleng2 kepala) “ada-ada aja kamu ti,semua yang berhubungan dengan pantai pasti deh gak pernah lepas.”
Anti        : (dalam hati) bagaimana aku bias lepas,sementara sesuatu yang pernah terjadi di hidupku semua berhubungan dengan pantai,pasir,obak,karang,perahu-perahu,matahari tenggelam ,lautan yang luas dan bahkan permainan ini..
Ira           :”Ya udah kita mulai sekarang ya ti.”
Anti        :”Siipzz,,Siap pasang senyum termanis kita..”
-          *Anti dan Ira memulai permainan mereka
-          *Mereka menjajakan otak-otak yang mereka bawa kepada semua pengunjung pantai
-          *Anti dan Ira menghampiri kerumunan pengunjung
Ira           :”Otak-otak..” (lantang dan ramah)
Anti        :”Otak-otaknya mbak..”(ramah,penuh senyum)
Pengunjung1     :”Otak-otak ya,saya mau donk”(memanggil)
Anti dan Ira         :”Oh ia ia..” (menghampiri)
Pengunjung2     :”berapa harganya??”
Ira                           :”Dua ribu aja mba”
Pengunjung2     :”Ya udah saya mau 20 yah..”
Pengunjung1     :”yah,aku sisanya saja semua..”
Anti                        :”Oh..ia mba ia..ini..” (memberikan otak-otaknya)
Ira                           :”Terimakasih ya mba..permisi..”
*Anti dan Ira meninggalkan kerumunan itu.
Anti        :”ah..akhirnya habis juga yah ra.”
Ira           :”Iah,cepet juga yah kita hari ini jualannya..”
Anti        :”Nah sekarang kita melakukan permainan yang kedua..”
Ira           :”Ok..yu..”

SCENE 4  EXT : PESISIR PANTAI SORE HARI
-         * Ira sibuk mencari kerang2 yang unik disepanjang pesisir pantai
-         * Anti terduduk memeluk kakinya di pinggir pantai menatap kelaut lepas
-           
Ira           :”Wah,pasti hari ini aku dapat banyak kerang untuk tambah-tambah koleksi ku dirumah.Ayo bantu aku cari kerang juga,Ti”
Anti        :”kamu dulu aja deh aku mau duduk dulu disini yah..”
Ira           :”Yah kamu ini,yasudahlah aku cari kerang sendiri deh..”(pergi)
Anti        :”Semangat ya Ra..hehe.”
Ira           : (menoleh ke Anti dan tersenyum)
Anti        : (duduk ,sambil melamun) (dalam hati) seperti biasa aku selalu nunggu kehadiran seseorang disini.
Beberapa menit kemuddian
Ira           :”Hey ti,lihat aku udah dapet kerang  banyak nih..”
Anti        : (Kaget) “Wah hebat kamu ra..”
Ira           :”Aku kan gak kaya kamu,ngelamun aja kerjanya..hehe”
Anti        :”akh..kamu itu bisa aja kalo soal ngeledekin aku ra..”
Ira           :”hehe,,habisnya kamu tuh lucu sih kalo lagi cembetut kaya gitu,eh udah petang nih kita pulang yu nanti ibu ku ngomel lagi..”
Anti        :”Oh iya ya..ya udah yu kita pulang”(beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pulang)
(menoleh kearah tempat yg didudukinya) “(dalam hati) sampai matahari tenggelam-pun dia tak kunjung datang”

SCENE 5 EXT – PESISIR PANTAI PAGI HARI
-         * Suasana sepanjang pantai tidak seramai kemarin
-         * Seperti biasa Anti dan Ira menjajakan otak-otak di sepanjang pesisir pantai
-         * Anti dan Ira meninggalkan bakinya di pinggir pantai lalu bermainan dengan deburan ombak
-         * Baki yang masih terisi otak-otak hilang
Ira           :”Hari ini pantai sepi banget deh,Lihat otak-otak di baki ku belum terjual habis”
Anti        :”Yah..dibaki ku juga masih banyak banget otak-otaknya, hemz..daripada kita murung kaya gini mendingan kita kesana yuu,ombak-ombak disana udah pada manggil tuh..”
Ira           :”Haha..dasar Anti bisa aja deh,heem kayanya seru juga tuh yaa.Ayu kita kesana..eh,Tapi bakinya gimana??
Anti        :”Udah taro disini aja..yuuu”
-         * Anti dan Ira bermain ombak di tepi pantai..
-         * Beberapa menit kemudian..
Ira           :”Ti, udah yuu..” (pergi meninggalkan Anti)
Anti        :”Yah,Ira baru juga bentar..duluan deh bentar lagi ni..”
Ira           :”Ti,Anti sini cepetan..!! otak-otak kita hilang..!! (Teriak Ira,panik)
Anti        : (menghampiri Ira) “Ya ampun,ilang kemana tuh otak-otak bakinya aja yang ditinggalin huh!, perasaan dari tadi aku gak liat ada orang lewat deh..”
Ira           :”Gimana mau liat kita kan tadi ke asikan maen air..duch gimana nih mana masih banyak lagi otak-otaknya” (kesal)
Anti        :”Ra,tuh ada orang kita Tanya ke dia aja yuu ,siapa tau dia ngeliat orang yang udah ngambil otak-otak kita..”
Ira           :”Ya udah kamu yang Tanya yah.” (menghampiri org tersebut)
Setelah berada di hadapan orang kota tersebut
Anti        :”Permisi..em maaf sebelumnya kamu melihat ada orang yang mengambil otak-otak di baki ini tidak??”
Denis     :”Itu kan urusan loe ,kenapa Tanya sama gue!!” (ketus)
Anti        :”Astafirrullahhaladzim,aku kan Tanya baik-baik sama kamu huh dasar orang kota som..”
Ira           : (memotong pembicaraan)”Udah-udah yu Ti kita Tanya ke yang lain aja..”
-          Anti dan Ira meninggalkan lelaki sombong itu,untuk kembali kerumah mereka
Dalam perjalanan..
Anti        :”Apes banget sih kita otak-otak ilang semua,terus ketemu sama orang kota yang sombongnya minta ampun..euh rasanya pengen aku getok kepala tuh orang..!!”(kesal)
Ira           :”Udahlah Ti,percuma kamu ngomel-ngomel kaya gitu otak-otaknya juga gak bakalan balik lagi..”
Anti        :”Tapi ra,aku curiga sama orang kota tadi jangan-jangan dia lagi yang ngambil otak-otak punya kita..?”
Ira           :”Hush,jangan seudzon kamu .udah kita doain aja buat orang yang ngambil otak-otak kita supaya dia tobat.!”
Anti        :”Eh,ga bisa gitu donk..liat aja kalo sampe dia terbukti  ngambil otak-otak kita,gak bakal aku ampunin..!!”
Ira           :”Akh ngaco kamu,udah yaa aku pulang..dahh”
Anti        :”Ok,daah..”

SCCENE 6  INT : RUMAH ANTI SORE HARI
-         * Anti masuk kerumah dan langsung menghampiri ibunya di dapur
-         * Anti menceritakan apa yang telah terjadi tadi
*Anti        :”Assalamualaikum..ibu aku pulang”
Ibu         :”Wah kelihatannya anak ibu berhasil menghabiskan otak-otaknya lagi yah..??”
Anti        : (tertunduk) “Maafin Anti bu,otak-otaknya memang habis tapi bukan karna terjual melainkan ada yang mencurinya,maaf ya bu Anti benar-benar ceroboh”
Ibu         : (tersenyum)”Ia tidak apa-apa anggap saja ini sebagai pelajaran buat kita,agar kita lebih berhati-hati..Sudah jangan disesali” (lembut)
Anti        : (tersenyum)”Ibu emang paling baik,aku mau ke perahu bapak ya bu”
Ibu         :”Tapi inikan sudah sore Ti,”
Anti        :”Sebentar saja bu”(sambil berlalu)

SCENE 7 EXT : PERAHU TUA SORE HARI
-         * Sore yang sangat cerah
-         * Anti duduk  termenung di atas perahu tua bapaknya dan membayangkan kejadian yang menyebalkan tadi
-         * Anti menginjak sebuah bros
Anti        :”Huh dasar orang kota seenaknya saja berbuat seperti itu kepada ku,memangnya dia pikir dia siapa??”
                Aaw.(mengambil bros yg terinjak)kok bisa ada bross tertinggal didekat sini.
-          *Terlihat seorang lelaki tengah menuju kearah Anti
-         * Anti memperhatikan lelaki itu
-         * Spontan Anti menaruh bros itu dibelakang badanya
Anti        :”itu kan lelaki yang tadi”(memandang kearah lelaki itu)
Denis     :”Permisi,loe liat bross gue ga tadi kayanya jatuh disekitar sini..?”
Anti        :”Itu kan urusan kamu,kenapa nanya sama aku??” (ketus)
                (dalam hati) memangnya enak apa diperlakukan seperti itu,
Denis     :”Ayolah kembalikan bross gua,kalo loe mau marah,marah aja sama gua tapi jangan dengan bross  itu..”(memohon)
Anti        : (dalam hati) dasar cowo lemah,merengek dulu baru nanti aku kasih..haha
Denis     :”gua mohon sekali lagi sama loe,tolong  balikin bross gue..”
Anti        :”Aku tidak tau..!!” (dengan nada tinggi)
Denis     :”Gue yakin loe udah nemuiin bross gue kan??” (memaksa)
Anti        :”Aku bilang aku tidak tau,ya tidak tau!”(nada lebih tinngi)
Denis     : (menunduk kecewa dan langsung pergi)

SCENE .. EXT : MIMPI ANTI
-         * Anti berjalan ditempat yang sepi,lalu terjatuh didepan Nisan yang bertuliskan nama Putra
-         * Anti kaget dan tidak percaya lalu berteriak nama Putra

SCENE 8 INT : KAMAR ANTI
-         * Anti tengah tertidur
-         * Anti terbangun dari tidurnya karna mimpi buruknya
-         * Lalu Anti termenung memikirkan sesuatu
Anti        : (terbangun) “huuuhhuh.. Ya ampun mimpi apa aku tadi??,(terdiam,menarik nafas panjang) Apa yang terjadi dengan putra,apa dia sudah tidak ada di dunia ini,atau dia hanya bersembunyi..
-         * Anti melihat kalender kearah meja belajarnya lalu mengambinya
Anti        :”sudah satu tahun sejak waktu itu..”

FLASH BACK – EXT : SIANG HARI PERAHU TUA
-         * Anti mengenakan baju sekolah mencari Putra di perahu tua
-         * Seorang nelayan menghampiri Anti
Anti        :”Putra kamu dimana?? Aku mau kasih tau kalo aku lulus dengan nilai yang baik..(berteriak)”
 Nelayan              :”Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu Anti??”
Anti        :”Hee..Anti lagi nyari Putra pak,bapak ngeliat Putra ga ada dimana??”
Nelayan               :”Ooh Putra ya..bapak sih tau nya dia lagi ikut bapaknya cari ikan ditengah laut,tapi sudah berjam-jam mereka tak kunjung pulang, warga mengira mereka tidak akan kembali lagi karna mungkin ada sesuatu yang terjadi pada mereka..”
Anti        :”Maksud bapak Putra sudah..(berkaca-kaca)”
Nelayan               :”Ya semua warga sih mengira seperti itu..”
-         * Nelayan itu pergi meninggalkan Anti
-         * Anti yang kaget hanya bisa menangis mendengar berita itu
Anti        : (duduk di perahu)”ga mungkin Putra meninggalkan ku dengan cara seperti ini,sebelum aku menemukan jasadmu aku yakin kamu masih ada disuatu tempat didunia ini dan pasti akan kembali bersamaku..(menatap lurus kearah laut)”

SCENE 9 EXT : SIANG HARI PESISIR PANTAI
-         * Anti berjalan-jalan dipinggir pantai
-         * Anti melihat sepasang kekasih sedang bersenda gurau

FLASHBACK – EXT : PERAHU TUA DAN PESISIR PANTAI SORE HARI
-         * Anti dan Putra bekejaran dipantai
-         * Anti dan Putra bermain layang-layang dipantai
-         * Anti dan Putra bersanda gurau di perahu tua
Diperahu
Anti        :”Bisa gak yah aku jadi artis terkenal????”
Putra     :”Kenapa engga,asalkan kamu mau berdoa dan terus berusaha  kamu pasti bisa?!!”
Anti        : (menatap kearah Putra,tersenyum)”kamu janji yah bakalan terus nyemangatin aku sampe aku jadi artis .. nanti kalo aku udah jadi artis top nih aku gak bakal lupa sama kamu .Nanti aku bakalan ngajakin kamu main film terus ngenalin kamu ke artis2 top, terus beliin kamu motor,beliin perahu baru buat bapakmu,,pokoknya aku akan ngangkat derajat kamu tentunya setelah ngangkat derajat ibu dan bapakku..”(tersenyum)
Putra     : (tersenyum) “makasih ya ti,tapi kalo kamu jadi artis nanti kamu gak perlu repot2 seperti itu .Aku hanya ingin nanti kalo kamu udah jadi artis kamu jangan lupain aku dan masih mau main sama-sama aku yah..?”
-          Putra menyodorkan jari kelingkingnya,dan Anti menyambutnya

SCENE 10 EXT : PESISIR PANTAI
-         * Anti berjalan menyusuri pesisir pantai sambil membawa secarik surat ditangannya
-         * Anti berjalan sambil memandangi laut lepas
-         * Anti menendang sebebuah botol berukuran sedang
Anti        :(memandangi surat yang ia bawa) “huh,bagaimana aku bisa menyampaikan surat ini kepada Putra jangankan alamat, Putra dimana sekarang pun aku tak tau.”
                “Aduuh.. siapa sih yang membuang botol sembarang disini,!!”
-         * Anti mengambil botol dan memandanginya
-         * Anti memasukan suratnya kedalam botol
-         * Anti menuju kelaut untuk menghanyutkan botol itu
Anti        : (mengambil botol) “Apa mungkin dengan cara ini ??”
Sebelum menghanyutkan botol
Anti        :”Tolong sampaikan pada Putra aku kangen banget sama dia”(berkaca-kaca)

SCENE 11 EXT : PESISIR PANTAI
-         * Denis tengah memperhatikan Anti yg sedang menghanyutkan botol
Denis     :”Cewe itu lagi menghanyutkan apa,kok sampe nangis gitu??” (menatap sebentar,pergi)

SCENE 12 EXT : RUMAH IRA,PESISIR PANTAI
-         * Pagi yang cerah
-         * Anti menuju kerumah Ira untuk mengajaknya berjualan Otak-otak
Anti        :”Iraa…yuu kita berangkat??”
Ira           :”Maaf Ti,Sejak dua hari belakang ini badanku terasa lemas sekali..”
Anti        :”Kamu sakit ya Ra,sakit apa??” (cemas)
Ira           :”Ia Ti,kata dokter aku kena typus jadi aku gak bias jualan otak-otak dulu hari ini”
Anti        :”Astaga pantas saja badanmu terlihat kurus begitu,yasudah gak papah kamu istirahat saja yah biar cepat sembuh agar bisa berjualan lagi sama aku..”
Ira           :”Ia Ti,maafin aku ya..??”
Anti        :”haha..gapapah ko,aku berangkat yaa.. dah Ira?” (pergi)
-          Anti menuju ke Pesisir Pantai membawa bakinya
-          Tiba2 Denis menghampiri Anti dan berjalan disebelahnya
Anti        :”Tak apalah hari ini aku berjualan sendiri,”(menyadari Denis sedang menuju kearahnya)
Denis     :”Hai..”
Anti        :”Hai juga”(datar,tanpa menoleh)
Denis     :”Masih marah ya sama aku??”
Anti        :”Engga”(mempercepat langkahnya)
Denis     : (mengikuti langkah anti)”Maafin gue yah..”
Anti        : (tidak menjawab dan mengacuhkan)
Denis     :”Heyy..!” (menarik tangan anti erat)
Anti        : (terdiam,memandang Denis) “Kamu ngapain sih gak sopan banget” (melepaskan tangannya)
Denis     :”Upz sorry gue Cuma mau minta maaf aja sama loe,maafin gue yah?? Pliiss gue rela deh ngelakuin apa aja buat loe yang penting loe maafin gue.” (memohon)
Anti        :”Emmzz”(berfikir)
Denis     : (merebut baki Anti)
Anti        :”Eeh,mau apa kamu sama otak-otak aku kembaliin!??” (sedikit berteriak)
Denis     :” tenang aja, otak-otak elo ini, akan gue bantuiin jual sampe abis, okee” (berjalan mundur)
“Loe tunggu aja disitu,gue bakal balik lagi kalo otak-otak ini udah abis.ini sebagai permintaan maaf gue”(pergi)
Anti        : (hanya bengong  dan memperhatikan Denis dari jauh)
“laki-laki yang modis seperti dia berjualan otak-otak? Lucu juga,hemz aku sebenarnya telah memaafkan mu dari hati ku yang paling dalam”

SCENE 12 EXT : PESISIR PANTAI
-         * Anti  duduk diatas papan yang mengarah kelaut
-         * Anti melamun mengingat putra
-         * Tiba2 Denis datang mengagetkan Anti
Denis     :”Doorrr…” (mengagetkan)
Anti        :”Akh kamu mengagetkan aku saja”(menoleh kearah Denis)
Denis     :”Gak baik loh Cewe punya hobby ngelamun gaya gitu”(duduk disebelah Anti)
Anti        :”Gimana otak-otaknya habis??”
Denis     :”Taraaa…”(memperlihatkan baki yang ia bawa)
Anti        :”Waah..Untuk pemula sepertimu ini sangat luar biasa..kamu hebat,berbakat juga ya ternyata haha..” (tertawa)
Denis     : (memandangi Anti)
Anti        :”Kenapa??” (berhenti tertawa)
Denis     :”emz..gak kenapa-kenapa kok”(memalingkan pandangannya)
Anti        :”Makasih ya..emh”
Denis     :”nama ku Denis”(memotong)
Anti        :”Oh nama kamu Denis ya,makasih ya Denis udah mau bantuiin aku”(tersenyum)
Denis     :”Ia sama-sama Anti”
Anti        : (kaget) “loh kamu tau nama aku??”
Denis     : (hanya tersenyum)”Oh ya ini hasil jeripayah kita,hehe..”(mengeluarkan uang dari kantongnya)
-          Anti dan Denis menghitung uangnya bersama
Anti        :”Sepertinya hari sudah semakin siang aku harus pulang”(berdiri dari duduknya)
Denis     :”Yah,padahal gue mau ngajak loe jalan-jalan disekitar sini??” (mengikuti Anti)
Anti        :”Mungkin lain kali,sudah yaa” (pergi)
Denis     :”Besok gue tunggu loe disini yah jam yang sama”(berteriak)
Anti        : (menoleh dan mengangguk)

SCENE 14 EXT : PERAHU TUA
-         * Sebelum Anti pergi untuk berjualan otak-otak dan bertemu dengan Denis ia menyempatkan diri mampir ke  perahu tua
-         * Anti menaruh bakinya diatas perahu
Anti        : (menatap lurus ke laut)”Putra apa kamu merasakan apa yang ku rasakan sekarang?? (berteriak)
“kamu tau Putra rasanya semangatku mulai kembali sedikit demi sedikit,dan aku harap ini bukan hanya perasaan yang sesaat”(berkaca-kaca memandang laut,pergi)

SCENE 15 EXT : SIANG HARI PESISIR PANTAI
-         * Anti menghampiri Denis yang sedang menuggunya
-         * Anti dan Denis berjualan otak-otak berdua disepanjang pantai
Anti        :”Hey,udah nunggu dari tadi yah??”
Denis     :”eh,engga ko baru aja”(menoleh kearah Anti) “yuu..”
Anti        :”kemana??”(binggung)
Denis     :”Ya kemana aja,supaya otak-otak loe itu habis? Gue jadi ketagihan jualan otak-otak nih?”
Anti        :”haha,kamu mau bantuin aku jualan otak-otak lagi??” (tersenyum)
Denis     :”Udah yu tar keburu siang” (menarik tangan Anti)
Mereka menjajakan otak-otaknya

SCENE 16 EXT : SIANG HARI PESISIR PANTAI
-         * Setelah berjualan Anti dan Denis duduk ditepi pantai
Denis     :”Syukur  ya otak-otaknya habis lagi”(duduk)
Anti        :”Iah,makasih ya udah mau bantuin aku”(mengikuti)
Denis     :”emz..ia gpp,gue seneng kok bisa ngbantuiin loe”
Anti        : (mengeluarkan surat dan botol)
Denis     :”Eh apa itu coba gue liat?!”(mengmbil surat dan botol dari tangan Anti)
Anti        :”Eh jangan,kembaliin donk”(mencoba merebut)
Denis     : (lari,mencoba menggoda Anti)”ayo ambil kalo bisa”
Anti        :”Denis jangan lari,kembaliin surat aku”(mengejar denis)
-          Anti dan Denis berkejaran disepanjang pantai
-          Setelah mengembalikan surat Anti,Denis mengajak Anti bermain layang-layang
Denis     :”Nih gue kembaliin,tapi loe harus mau maen layang-layang sama gue??”
Anti        :”emz..ia dech ia,tapi sini kembaliin surat sama botol punya aku”
Denis     :”Kayanya ini berharga bangeet ya buat kamu,niih (mengmbalikan surat Anti)”
Anti        : (mengmbil suratnya)”kamu tuh iseng juga yah”
Denis     :”Nah seperti janji loe,sekarang kita main layang-layang..!”
-          Anti dan Denis bermain layang-layang dipesisir pantai
Anti        : (menatap kearah Denis)(dalam hati) Apa dia orang yang dikirimkan Tuhan untuk menggantikan Putra,Tapi dihati ini Putra takkan terganti .

SCENE  17 INT : PAGI HARI KAMAR ANTI
-         * Anti  berbaring lemas dikasurnya
-         * Ibu menghampiri Anti dikamarnya
Ibu         : (menghampiri Anti)”Anak Ibu kenapa,hari gini belum bangun??”
Anti        :”Eh Ibu,gak tau nih bu badan Anti kayanya lemes banget.hari ini aku gak jualan otak-otak dulu ya Bu?”
Ibu         :”kamu sakit Ti,kamu makan dulu ya Ti,terus minum Obat.Biar Ibu ambilin Ya Ti..”(panik)
Anti        :”Ga usah bu Anti gak kenapa2 ko,Bu apa Ibu pernah mendengar berita tentang Putra??”
Ibu         :”Putra,memangnya kenapa dengan Putra? Semenjak kejadian waktu itu Ibu tidak pernah mendengar apa-apa lagi tentang Putra Ti.”
Anti        :”Anti hanya rindu bu sama Putra,apa Putra akan kembali lagi kesini bu??”
Ibu         :”Ya hanya Tuhan yang tau tentang semua pertanyaan mu itu,jangan sampai Anti putus asa karna perjalanan Anti masih sangat panjang”(mengelus bahu Anti)
Anti        :”Ia bu,Anti akan terus semangat untuk Ibu”(memeluk Ibu)

SCENE 18 EXT : PAGI HARI PINGGIR PANTAI
-         * Denis tengah duduk ditempat biasa ia menunggu Anti
-         * Memperhatikan sekitar pantai,mencari Anti
Denis     :”kemana sih Anti,kok dia gak lewat-lewat sini apa dia gak jualan yah?,padahal kan gue mau pamit sama dia”(celingak-celinguk)
-          Denis meninggalkan tempat itu

SCENE 19 EXT : PAGI HARI PERAHU TUA
-         * Dengan badan yang lemas Anti pergi ke perahu tua
-         * Anti duduk termenung diatas perahu itu
-         * Tiba2 Denis datang menghampiri Anti
Anti        :”Putra rasanya Denis lah yang akan mengembalikan semangatku lagi,setelah semangatku itu kau bawa pergi..(terdiam)
Oya..Putra aku menunggu balasan surat darimu yang waktu itu pernah aku kirimkan untukmu,lewat sebua botol..”(memandang lurus kedepan)
Denis     :”ternyata loe ada disini yah??”(menghampiri Anti)
Anti        : (kaget)”kenapa bisa tau kalo aku ada disini”
Denis     :”loe inget gak waktu gue kehilangan Bros gue disini,ya berarti bener tebakan gue loe pasti suka kesini”(duduk disebelah Anti)
Anti        :”Hahaa,bisa aja kamu ini”
Denis     :”Wah ternyata nyaman yah disini,pantes loe betah”
Anti        :”Ia disini emang nyaman banget buat aku,karna semua kenangan ku ada disini”(menatap lurus kelaut)
Denis     : (menatap ke arah Anti)
Anti        :”Tumben kamu nyariin aku ada apa nih,apa kamu mau jualiin oatak-otakku lagi”(tersenyum)
Denis     :”Emz mau-nya sih gitu tapi loe kan gak lagi jualan,haa.. gue mau pamit sama loe”
Anti        : (memandang Denis) “pamit?? Kamu mau pulang yah??” (bingung)
Denis     :”Iah,tugas gue disini udah selesai jadi gue mesti pulang deh ke Jakarta..hemz cepet banget yah padahalkan kita baru aja bisa akrab kaya gini”
Anti        :”iah cepet banget,aku fikir kamu orang yang bisa ngembaliin semangat aku”
Denis     :”kenapa Ti??”
Anti        :”akh engga,nanti kamu hati2 yah diperjalan”
Denis     :”Gue bakal sering bolak-balik Jakarta Anyer kok..”
Anti        :”karna kerjaan kamu”
Denis     :”bukan karna kerjaan tapi karna loe gue jadi betah di Anyer”
Anti        : (tersenyum)”huh dasar orang kota bisanya ngeledekin orang kampung kaya aku”
-         * Anti dan Denis bersenda gurau
-         * Ira memperhatikan Anti dan Denis dari kejauhan

SCENE 20 EXT : SORE HARI PESISIR PANTAI
-         * Anti tengah duduk di tepi pantai
-         * Ira menghampiri Anti dan duduk disebelahnya
Anti        : (dalam hati)pertama Putra yang meninggalkanku dan tidak kembali sampai saat ini,dan hari ini Denis pun meninggalkanku,apa dia juga tidak akan kembali lagi seperti Putra?? Tapi dia bilang dia akan kembali lagi untukku..hemh..
Ira           :”Ti,kamu ngelamun lagi yah??”(mengahampiri Anti dan duduk disebelahnya)
Anti        :”Eh Ira,mengagetkan saja”
Ira           :”kamu sudah punya teman baru jadi melupakan aku yah TI..?”
Anti        :”Maksud kamu Ra???”
Ira           :”Ia anak kota itu,tadi aku memperhatikan mu tengah bersanda gurau dengannya di perahu tua milik bapakmu itu.. bukannya kamu benci dengannya karna sikapnya waktu itu terhadapmu??”
Anti        :”Dia baik Ra,sangat baik tidak seperti yang aku bayangkan waktu pertama kita bertemu dengannya..
-          Anti menceritakan semua kepada Ira
Ira           :”Kamu suka yah Ti sama laki-laki itu??”
Anti        :”aku hanya merasa dia bisa menggantikan Putra,tapi sekarang dia udah pulang Ra ke kotanya..aku takut dia gak akan balik lagi kaya Putra dulu..”
Ira           :”Aku yakin ko Ti,dia pasti balik lagi kesini..”(tersenyum)

SCENE 21 EXT : PAGI HARI PE SISIR PANTAI
-         * Sudah 1 bulan sejak kepulangan Denis ke Jakarta
-         * Seperti hari-hari biasa Anti dan Ira menjajakan otak-otak disepanjang pesisir pantai
-         * Setelah lama berkeliling Anti dan Ira duduk dibawah pohon kelapa
Ira           : “Syukurlah tinggal sedikit lagi otak-otaknya,kita ngadem disini dulu yu Ti.”(duduk)
Anti        :”Eh iaa,kakiku serada pegel juga nih”(mengikuti Ira)
Ira           :”Ti,aku perhatiin belakangan ini kamu murung banget sih kamu kenapa? Ada masalah sama ibu kamu cerita donk sama aku Ti,aku kan sahabat kamu..”
Anti        :”Murung?? Engga ko Ra,liat nih senyum ku lebarkan?? Tandanya aku baik-baik aja…Wah mumpung masih ada sisa aku mau makan otak-otaknya ah,cacing diperutku udah rame nih teriak-teriak”(mengambil dan memakan otak-otak yang tersisa)
Ira           :”kamu gak lagi ngalihin pertanyaan aku kan Ti??” (serius)
Anti        : (menoleh ke Ira)”ngalihin apa sih ra,kan tadi udah aku  jawab”(melanjutkan memakan otak-otak)
Ira           :”Aku tau kamu pasti lagi inget kan sama orang kota itu??”
Anti        : (berhenti makan,menunduk)”dugaan kamu salah Ra,ternyata Denis gak balik lagi kan kesini dia sama kaya Putra pergi terus gak kembali lagi,bedanya sebelum Denis pergi dia pamit kalo Putra engga.”
Ira           :”maafin aku ya Ti udah ngasih harepan kekamu buat nunggu Denis,harusnya aku gak ngeyakinin kamu buat nunggu dia”(merangkul Anti)
Anti        :”kok jadi kamu yang minta maaf sih Ra..?,jangan-jangan kamu yang nyuruh Denis buat gak balik lagi yah?”(tersenyum menggoda Ira)
Ira           :”Ich Anti,aku serius jangan becanda mulu dech..”
Anti        :”Udah satu bulan yah semenjak Denis pulang,padahal kalo dia kesini  lagi aku mau balikin Brossnya yang waktu itu aku Umpetin,hehe tapi yaudahlah..”(tersenyum tipis)
Ira           :”Udah donk Ti,aku jadi sedih nih..”
Anti        :”Aku ga mau nyimpen Bross ini Ra,kita kesana yuu..”(mengajak Ira ke tepi pantai)
-          Setelah berada di tepi pantai
Ira           :”mau kamu apain bros situ Ti??
Anti        :”Biar aku buang kelaut aja yah brossnya,biar ikut terkubur sama semua yang pernah aku harapkan..?”(menggenggam erat bross)
Ira           :”Kamu yakin Ti??”
Anti        :”kenapa engga?!,”(mengambil ancang-ancang untuk melempar)
-          Tiba2 seorang laki-laki berteriak memanggil Anti
Denis     :”ANTI…,Woy ngapain loe disana bukannya nyambut kedatangan gue!!”(Teriak,memandang kearah Anti)
-          Anti dan Ira menoleh kearah Denis
Anti        :”Deniis” (kaget)
Denis     : (Berlari menghampiri Anti)”Pa kabar loe Ti,mana otak-otak loe??”(Dengan penuh semangat)
Anti        : (tercengang,bingung,menahan senyum,berkaca-kaca..)
Ira           :”Hey orang kota,tau gak sih kamu tuh udah buat Anti hampir putus asa ke-dua kalinya,loe tuh udah buat Anti murung belakangan ini karna kepergian loe..!!(kesel)
Denis     : (menatap kearah Anti) “Anti,loe percaya kan sama gue..gue bakal balik lagi ke sini buat loe dan gue udah buktiin semua itu kan,loe gak marah kan sama gue Ti..??”
Anti        : (tersenyum)”kamu balik lagi ke anyer Cuma buat aku??”
Denis     :”Ia,untuk nyemangatin loe dan ngembaliin kepercayaan diri loe buat ngejar cita-cita loe? Jadi artis TOP kan??”
Anti        : (kaget,tersenyum dan mengangguk)
Denis     :”Hey,itu kan bross gue??”(mengambil bross yang ada di tangan Anti)
Anti        :”Oh iya ini..maaf yah aku udah ngumpetin bross kamu waktu itu habis aku kesal dengan sikapmu yang sombong?!”
Denis     : (nyengir kuda)”maafin gue juga karna sikap gue waktu itu yah..dan sebagai gantinya bross ini boleh loe  simpen,”
Anti        :”tapi kan Bross ini..”
Denis     : (memotong pembicaraan)”Udah jaga dan loe rawat baik-baik yaah..”
Ira           :”iah tu Ti katanya mesti dirawat jangan sampe mau di buang ke laut lagi yah..?”(menggoda Anti)
Denis     :”yah,jangan dibuang kelaut dong brossnya..”
Anti        :”engga kok ga jadi ,Akh Ira kamu ini…”
-          Anti ,Denis dan Ira tertawa bersama-sama
-          Ternyata Putra tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.
“THE END”