“gue harap gue lupa,gue harap gue
lupa” kataku berulang-ulang sambil menggenggam kalender kecil dikamarku melihat
tanggal 4 dibulan ketiga itu, ya aku berusaha untuk tidak mengingat hari
lahirku sendiri karna aku yakin tidak akan ada yang special lagi pada hari itu
setelah aku putus dengan-nya dan aku tidak akan berharap ada seseorang yang
memberiku kejutan atau sekedar bingkisan yang ditujukan padaku karna aku tau
itu hanya membuat ku menjadi wanita pengharap harapan palsu, dan menurutku hari
itu hari pengurangan dari umurku lantas apa aku harus merayakannya? Sedangkan
aku tau hidupku di dunia ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya umurku.
Aku ingat awal tahun kemarin
ketika Abang ku pulang dari Kalimantan (tempatnya bekerja) aku meminta
kepadanya untuk memesankan tempat dan mengundang beberapa teman akrabku untuk
datang dan merayakan bertambahnya usiaku 1 tahun menjadi genap 20th. Begitu
lantangnya aku memohon kepada Abangku “gak usah ngasih kado apa-apa deh, aku
minta dirayain aja kecil-kecilan yaah pliis
masuk kepala dua nih aku. ”
kataku memohon, “yaa liat aja nanti kalo ada rejeki” jawabnya singkat.
Sesaat setelah dekat dengan hari nya, Abankku bertanya kembali padaku " Gimana mau dimana tempatnya ,berapa orang kira-kira", aku terdiam sejenak dan menjawabnya " gak jadi kasihin ke mamah aja uanganya aku kan udah gede gak mesti ngerayaiin ulangtahun kaya anak kecil aja.!!" jawaban itu sangat bertolak belakang dengan permintaanku padanya 2 bulan lalu, tapi memang itu yang seharusnya aku jawab karna aku benar-benar ingin melewatkan hari itu :(
#cuplikan kisah dari project tulisan gue yang kesekian :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar